Cacing Pita Sepanjang 10,5 meter Keluar dari Tubuh Warga Desa Nagori

Home / Berita / Cacing Pita Sepanjang 10,5 meter Keluar dari Tubuh Warga Desa Nagori


Metrotvnews.com, Medan: Kalekson Saragih warga Desa Nagori Maliring, tak menyangka ketika melihat cacing pita sepanjang 10,5 meter keluar dari dalam tubuhnya. Cacing pita jenis Taeniasis itu keluar bersama feses setelah ia meminum obat yang diberikan Tim Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).

“Saya tak menyangka cacing sepanjang 10,5 meter itu ada di dalam tubuh saya. Memang selama 25 tahun ini saya selalu mencari obat-obatan untuk penyakit yang saya alami. Selama ini saya sering cepat kelelahan dan pandangan mata berkurang,” ucap Kalekson.

Kalekson bersama sedikitnya 100 orang warga memang dikumpulkan di Puskesmas Nagori Dolok, Kecamatan Silau Kahaean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis 2 November 2017. Di puskesmas itu, mereka meminum obat Praziquantel atas masalah kesehatan yang selama ini mereka alami.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Fakultas Kedokteran UISU Umar Zein, menyebutkan kunjungan tim ke puskesmas untuk memastikan kondisi kesehatan warga yang menderita cacing pita. Penyakit ini ditularkan dari mengonsumsi daging hewan babi yang tidak dimasak maupun mengonsumsi daging babi yang tidak sempurna dimasak.

“Obat Praziquantel ini berasal dari Vietnam dan memang sengaja diminumkan kepada 100 orang warga Desa Nagori Dolok. Jadi obat ini untuk pencegahan dan pengobatan. Kemudian warga yang sudah minum obat itu ditunggu selama 4 jam, diambil fesesnya setelah BAB. diperiksa di lab sehingga diketahui ada cacing pita,” ucap Umar Zein.

Di tempat yang sama, Pembantu Dekan II Fakultas Kedokteran UISU, dr Indra Janis MKT, menyatakan penemuan cacing pita sepanjang 10,5 meter ini adalah penemuan kedua, setelah penemuan pertama di daerah yang sama dengan cacing pita sepanjang 2,86 meter.

“Ini bukan sekedar menemukan cacing terpanjang yang berhasil dikeluarkan dari tubuh penderita. Akan tetapi kami datang ke lokasi untuk mengobati para penderitanya. Jadi ini bukan perlombaan penemuan cacing terpanjang, akan tetapi penemuan pada hari ini memang terpanjang,” urainya.

Dia mengklaim penemuan cacing pita sepanjang 10,5 meter dari dalam tubuh manusia ini, merupakan yang terpanjang di dunia. Karena sebelumnya cacing pita sepanjang 1,5 meter dari tubuh manusia ditemukan di Bangladesh.

“Yang saya tahu sebelumnya di Bangladesh ada penemuan cacing pita yang keluar dari tubuh manusia, tapi itupun panjangnya 1,5 meter. Jadi ini merupakan rekor bagi para peneliti FK UISU,” urainya lagi.

Indra mengatakan dari hasil penemuan cacing pertama dengan kedua di daerah yang sama, ada ditemukan perbedaan dalam morfologinya.

“Artinya cacing pita kedua ini berjenis Taenia Asiatica Simalungun, dan itu mudah-mudahan dapat kita buktikan. Karena jenis cacing pita mungkin berbeda spesiesnya dengan negara lainnya yang pernah ditemukan. Sehingga jika dari hasil penelitian, menjelaskan ada kecocokan, maka FK UISU lah yang pertama menemukan jenis cacing pita tersebut,” bebernya.

Sumber: Metrotvnews