Metode Pembelajaran

Metode Pembelajaran

Pembelajaran tahap sarjana kedokteran terdiri atas 6 kegiatan, yaitu:

Small Group Discussion / Tutorial

Diskusi tutorial dalam kelompok beranggotakan 7-15 mahasiswa dan dipandu oleh tutor yang bertugas sebagai fasilitator. Dalam berdiskusi mahasiswa akan dihadapkan pada masalah dalam bentuk skenario modul sebagai trigger dalam diskusi. Satu skenario modul diselesaikan dalam dua kali pertemuan selang waktu 2- 3 hari. Diskusi dilakukan dengan metode seven jumps (tujuh langkah).

Belajar Mandiri

Belajar mandiri dilaksanakan dalam rangka menggali informasi yang lebih luas atau lebih dalam tentang suatu materi yang terkait dengan masalah yang sedang dipelajari dengan menggunakan prinsip self directed learning (SDL). Harapannya adalah mahasiswa dapat menerapkan belajar sepanjang hayat (lifelong learning) setelah menyelesaikan pendidikan di FK UISU.

Kuliah Interaktif

Kuliah dilaksanakan untuk memperjelas konsep atau teori yang sulit atau khusus sehingga membutuhkan pakar untuk meningkatkan pemahaman, Kuliah dilaksanakan dalam bentuk konsultasi interaktif berdasarkan masalah. Kuliah dapat diselenggarakan secara terjadwal, maupun atas permintaan mahasiswa bila diperlukan.

Pelatihan Keterampilan Klinik

Pelatihan keterampilan Klinik bertujuan melatih keterampilan medik mahasiswa dengan menggunakan alat bantu peraga berupa manekin, phantom, pasien simulasi yang menggambarkan kondisi nyata saat menjalankan profesi dokter.

Praktikum

Praktikum bertujuan meningkatkan atau memperjelas pemahaman suatu materi yang dipelajari. Beberapa materi akan lebih mudah dipahami dengan praktikum laboratorium sehingga konsep dari teori yang dipelajari menjadi lebih mudah diperoleh.

Diskusi Panel

Diskusi panel dilakukan setiap akhir minggu pembelajaran. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memaparkan dan mendiskusikan hasil belajar selama satu minggu tersebut sehingga pemahaman dan keluasan pengetahuan terkait topik yang dipelajari dalam minggu tersebut dapat diperoleh oleh seluruh mahasiswa.

Pembelajaran tahap profesi dokter juga terdiri atas 6 kegiatan, yaitu:

Tutorial Klinik

Tutorial klinik pada dasarnya sama dengan tutorial yang dilakukan pada tahap sarjana kedotkeran, yang berbeda hanya pada skenario yang digunakan. Pada tutorial klinik, skenario yang digunakan adalah kasus pasien nyata yang dijumpai di klinik.

Bedside Teaching

Bedside teaching merupakan metode pembelajaran yang melibatkan secara langsung mahasiswa dalam proses memberikan pelayanan kesehatan (pemeriksaan, diagnosis, penatalaksanaan) dengan dibimbing dan disupervisi oleh dosen pembimbing klinik.

Presentasi Kasus

Presentasi kasus merupakan kegiatan pembelajaran di klinik yang mengharuskan mahasiswa mempresentasikan kasus pasien yang dijumpai oleh mahasiswa selama melakukan kegiatan di poli rawat jalan, UGD maupun rawat inap. Dosen pembimbing klinik akan mendengarkan dan memberikan masukan terhadap presentasi yang disampaikan oleh mahasiswa.

Journal Reading

Journal Reading adalah kegiatan dimana dokter muda membawa satu artikel jurnal yang telah ditentukan topiknya terlebih dahulu oleh pembimbing klinis untuk dibacakan didepan pembimbing klinis dan dokter muda lainnya. Kegiatan ini dilakukan untuk menjamin keterbaharuan ilmu yang dipelajari dokter muda di bagian tersebut.

Mini Lecture (Kuliah Kecil)

Kuliah kecil dilakukan oleh pembimbing klinis terkait kasus-kasus yang dijumpai oleh mahasiswa, atau kasus-kasus yang wajib diketahui oleh mahasiswa namun belum ditemui secara langsung pada pasien di rumah sakit. Kegiatan ini memastikan bahwa mahasiswa memiliki pengetahuan yang baik terhadap kasus-kasus yang menjadi kompetensi seorang dokter umum.